KUBAR — Jabatan Kepala Inspektorat Kabupaten Kutai Barat telah resmi berganti setelah pejabat lama R.B Belly Djuedi Widodo pensiun. Penggantinya yang baru Suhardani Neri yang sebelumnya merupakan auditor di instansi tersebut.
Suhardani Neri ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Inspektorat pada bulan Juli 2025. Satu bulan setelah penunjukan tersebut, ia harus bekerja ekstra.
Pasalnya, banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang ditinggalkan pendahulunya. Sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik belum tuntas.
Suhardani Neri menegaskan, pentingnya transparansi dalam penanganan laporan. Pihaknya mengaku tak menutup-nutupi kasus tersebut.
"Terkait kasus yang belum selesai kan, sebenarnya begini informasi pemerintahan ini tidak semuanya rahasia, tapi tidak semua informasi itu baik dikeluarkan di luar karena kita menghitung dampaknya," ujarnya kepada Katakaltim, Kamis (7/8/2025).
Ia mengungkapkan pihaknya sangat berhati-hati ketika mengeluarkan informasi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan kegaduhan antara pelapor dan terlapor.
"Contoh, ada yang mengadu, kalau kita umbar di masyarakat akan menimbulkan kericuhan terhadap orang di kampung. Nah, kami menghindari itu, kalau itu terjadi kami juga merasa khawatir," jelasnya.
Ia tak menjelaskan secara rinci serta jumlah kasus yang tengah ditangani saat ini. Namun, ia memastikan seluruh proses berjalan secara profesional.
"Jadi mohon maaf ini, saya tidak bisa sampaikan itu yah (kasus mana saja, red) karena kalau saya sampaikan secara detail dampaknya seperti itu," tegasnya.
Suhardani menyebutkan tidak semua laporan yang masuk itu benar. Pihaknya akan meneliti laporan tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti serta pemeriksaan.
"Kalau yang kami tangani inikan ada beberapa kasus. Jadi begini, tidak semua pengaduan itu benar, maka diperlukan proses pemeriksaan untuk menyelidiki jangan sampai blunder," ungkap dia.
Selain itu, pihaknya juga telah memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Hasilnya pun masih didalami. Termasuk kerugian negara.
"Ada yang sudah kami panggil, ada yang sudah berkali-kali dipanggil. Jadi gini, pemeriksaan inikan ada yang dilakukan oleh kami, ada juga dari polisi," cetusnya.
Suhardani menambahkan bahwa sejumlah kasus tersebut diupayakan tuntas tahun ini. Ia pun memerintahkan tim-nya untuk bekerja secara maraton.
"Kita berharap tuntas, tetapi pemeriksaan inikan banyak komponen yang mempengaruhi," pintanya.
Oleh karena itu, masyarakat pun diminta bersabar. Dia berharap dukungan masyarakat, serta melaporkan jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran.
"Sabar saja, tunggu saja. Kami akan selesaikan itu. Kami tidak pernah menahan-nahan kasus itu dan kami tidak punya kepentingan untuk menahan itu sepanjang data ada. Ketika kita periksa itu harus cek and ricek tidak bisa kita terima begitu saja," tandasnya. (*)












