BONTANG — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Bontang gelar buka puasa bersama dan silaturahmi yang hangat sekali, Rabu 11 Maret 2026, di pendopo rumah jabatan Wali Kota Bontang.
Ada puluhan orang dari anak-anak HMI dan penggerak KAHMI yang hadiri agenda itu. Muncul juga politisi senior Kaltim, Andi Sofyan Hasdam, bersama Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Neni berterima kasih sekali karena masih bisa berkumpul bersama KAHMI Bontang di tengah kesibukannya sebagai orang nomor wahid di Kota Bontang.
Di kesempatan itu Neni mengajak KAHMI dan HMI bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun kota ini.
“Saya harap KAHMI Bontang bisa berkolaborasi untuk bangun Kota Bontang,” tutur Neni.
Ada banyak sekali orang KAHMI di Kota Bontang, kata Neni. Termasuk yang memegang posisi penting di Kota Bontang.
Maka, alangkah baiknya KAHMI Bontang bersama HMI menyerukan apa-apa saja agenda yang dapat membangun daerah.
Misalnya di bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan termasuk isu-isu tentang perkembangan daerah. “Dan bayak sekali yang bisa kita lakukan,” tuturnya.
Di samping itu, Andi Sofyan Hasdam, yang juga adalah orang KAHMI, menjelaskan bagaimana HMI lahir di Jogjakarta. Dua tahun setelah Indonesia Merdeka. Ada perjuangan yang luar biasa waktu itu.
Sofyan Hasdam juga ingatkan kembali bagaimana perjuangan HMI di tengah dinamika bangsa ini. Kader HMI, kata dia, harus kembali ke khittah perjuangannya.
“Dalam beberapa hal (gerakan HMI) saya katakan memalukan. Tidak sesuai dengan khittah gerakan HMI,” tuturnya.
Di sela-sela agenda, Presidium KAHMI, Taqiyuddin, menyampaikan kepada semua kader terima kasihnya yang sangat mendalam. Sebab masih bisa bertemu di tengah kesibukan.
Ia mengingatkan pertemuan atau silaturahmi ini tidak sekadar ketemu-ketemu saja. Tapi bagaimana membangun konsolidasi agar bisa memberikan sumbangsih pemikiran di Kota Bontang.
“Pada intinya ya KAHMI dan HMI itu harus ada sumbangan pikiran. Sejak dulu kita seperti itu,” ucap Taqiyuddin sembari berdiskusi dengan anak-anak HMI.
Ia mengajak semua kader untuk tidak lalai dengan kebijakan pemerintah. “Jangan sampai ada kebijakan yang tidak pro rakyat tapi kita diam saja,” tandasnya. (Agung)














