SAMARINDA — Rumah kediaman Sudarno didatangi massa yang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, Senin (29/6/2026) di Kota Samarinda.
Kedatangan sejumlah organisasi masyarakat tersebut dipicu keberatan terhadap beberapa konten video yang diunggah Sudarno melalui akun media sosial pribadinya.
Dalam dialog dengan perwakilan massa, Sudarno menilai perbedaan pandangan terhadap sebuah konten sebaiknya disampaikan melalui konten tandingan, bukan dengan cara lain.
"Seharusnya konten dibalas dengan konten," ucap salah satu Tim Ahli Gubernur Kaltim itu.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa memiliki penafsiran berbeda terhadap video yang diunggahnya.
Namun, Sudarno menegaskan permintaan maaf tersebut bukan berarti pengakuan bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.
"Ketika pian (Anda) memiliki tafsir yang berbeda dengan video itu, saya minta maaf," tegasnya.
Lebih lanjut, Sudarno mengatakan pihak yang merasa dirugikan atau tidak menerima penjelasannya dipersilakan menempuh jalur hukum.
"Kalau perlu laporkan ke polisi," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Sudarno juga menegaskan bahwa konten yang dibuatnya merupakan bentuk ekspresi pribadi yang tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun.
"Bahkan gubernur pun tidak dapat mengintervensi saya," katanya.
Ia kemudian meluruskan bahwa masyarakat perlu membedakan kapasitas dirinya sebagai TAGUPP dengan aktivitasnya sebagai individu di media sosial.
"Video itu diunggah atas nama pribadi saya, Sudarno Official, bukan atas nama Tim Ahli Gubernur," jelasnya.
Menurut Sudarno, seluruh konsekuensi yang timbul dari unggahan di akun pribadinya menjadi tanggung jawab dirinya secara pribadi, baik dari aspek hukum, sosial, ekonomi, maupun politik. (Wira)














