Payload Logo
PPU

Dinas Kesehatan PPU mengimbau pegawai menjaga kesehatannya di tengah Karhutla (dok: KataKaltim)

Kualitas Udara Belum Pulih, Dinkes PPU Imbau Pegawai Jaga Kesehatan

Penulis: Gung | Editor: Afri
15 Oktober 2026

PENAJAM — Beberapa bulan berlalu, kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum juga menunjukkan tanda-tanda pulih.

Melihat hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PPU mengimbau masyarakat dan pegawai untuk menjaga kesehatan serta keselamatan kerja, terutama ketika kualitas udara menurun akibat polusi maupun asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja, mengurangi paparan polutan, serta menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi udara memburuk.

Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini agar risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.

“Kami mengimbau seluruh pegawai dan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika kualitas udara menurun akibat polusi maupun asap kebakaran hutan dan lahan,” ujar pria akrab disapa Lukas, Kamis (15/10/2026).

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika tingkat polusi meningkat.

Penggunaan masker juga dianjurkan apabila diperlukan untuk membantu mengurangi paparan partikel polutan.

“Jika kondisi udara kurang baik, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila diperlukan untuk mengurangi paparan polutan,” katanya.

Selain perlindungan diri, kebersihan lingkungan kerja juga perlu menjadi perhatian.

Pegawai dianjurkan rutin membersihkan meja, peralatan, serta permukaan yang berpotensi menjadi tempat menempelnya debu.

Pintu dan jendela perlu dikelola sesuai kondisi udara di luar ruangan agar kualitas udara di dalam tetap terjaga.

“Lingkungan kerja yang bersih dan sehat harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap setiap pegawai dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih serta menjaga kualitas udara di dalam ruangan,” jelasnya.

Lukas juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan air putih, serta mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Aktivitas fisik ringan tetap dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi kesehatan masing-masing.

“Selain menghindari paparan polusi, masyarakat juga perlu menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air putih, dan beristirahat yang cukup,” tuturnya.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika gangguan kesehatan mulai dirasakan.

Masyarakat diharapkan segera membatasi paparan asap apabila kondisi udara memburuk dan memperhatikan gejala yang muncul.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Jangan menunggu sampai muncul keluhan kesehatan untuk mulai membatasi paparan asap dan menjaga kondisi tubuh,” terangnya.

Melalui langkah-langkah tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah penurunan kualitas udara diharapkan semakin meningkat.

Lingkungan yang bersih, perilaku hidup sehat, dan pembatasan paparan polutan menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat.

“Semoga situasi kabut asap, Karhutla yang ada di Kalimantan, khususnya di PPU ini cepat pulih,” pesannya. (Adv)

Dilihat 692 kali