SAMARINDA — Dinamika pembahasan hak angket di DPRD Kaltim semakin memanas. Penuh perdebatan.
Dalam rapat konsultasi yang digelar Selasa pada Senin 4 Mei 2026 di Gedung DPRD Kaltim, Fraksi Golkar mengingatkan seluruh Fraksi, utamanya Gerindra, agar mengambil keputusan secara objektif.
Anggota DPRD Kaltim Fraksi Golkar, Sarkowi, menegaskan hak angket yang digulirkan tidak saja tertuju pada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Kader Gerindra, Seno Aji, yang juga adalah Wakil Gubernur Kaltim, juga terkena dampaknya. Sebab mereka sebagai satu kesatuan kepemimpinan.
“Angket ini bukan hanya untuk Gubernur, karena Gubernur dan Wakil Gubernur itu satu pasangan,” ucap Sarkowi dalam forum tersebut.
Sarkowi lebih jauh menyinggung posisi politik partai pengusung kepala daerah. Ia mengingatkan Golkar dan Gerindra merupakan partai yang mengusung pasangan Rudy-Seno.
“Semua tahu siapa partai pendukung Rudy Mas’ud dan Seno Aji,” tambahnya.
Dalam forum itu, Fraksi Gerindra diketahui mendorong agar hak angket dapat disepakati oleh seluruh fraksi di DPRD.
Namun, Sarkowi mengingatkan agar keputusan yang diambil oleh semua fraksi, khususnya Gerindra, tidak dilandasi emosi atau kepentingan sesaat.
“Di forum ini semuanya harus clean, clear, dan tuntas. Jangan sampai kita memutuskan segala sesuatu, emosional, tanpa objektivitas, tanpa tau posisi kita, dan tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku di negara kita,” pintanya. (Yuda)














