KUTIM – Guru tak hanya dituntut pintar menyampaikan pelajaran. Di balik ruang kelas, ada tanggung jawab besar untuk membentuk karakter dan menentukan kualitas generasi masa depan Kutai Timur (Kutim).
Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono.
Ia menilai profesi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk jangka panjang.
“Bukan hanya sekadar menjalani pekerjaan, tapi tanggung jawabnya juga besar dalam membentuk generasi masa depan,” kata Mulyono, Selasa 8 September 2026.
Menurutnya, keteladanan guru dan lingkungan pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar peserta didik.
Karena itu, Mulyono menyebut, sikap yang ditunjukkan tenaga pendidik dalam keseharian dapat menjadi contoh bagi anak-anak dalam melihat pentingnya belajar dan mengembangkan diri.
Mulyono juga meminta para guru tidak berhenti meningkatkan kemampuan dan wawasan.
Menurutnya, semangat guru untuk terus belajar harus menjadi contoh yang dapat ditiru peserta didik.
“Jangan pernah merasa cukup dalam belajar,” tegasnya.
Ia juga mengimbau tenaga pendidik memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan kompetensi yang tersedia, baik melalui pendidikan formal maupun program peningkatan kapasitas yang diselenggarakan pemerintah.
Penguatan kualitas pendidik juga berjalan beriringan dengan upaya Disdikbud Kutim memperkuat tata kelola dan standarisasi satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF).
Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan implementasi wajib belajar 13 tahun.
Mulyono berharap penguatan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tetapi juga memperkuat peran satuan pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik.
“Teruslah mengembangkan diri, karena ketika guru menunjukkan semangat untuk belajar, anak-anak juga akan terdorong untuk melakukan hal yang sama,” pungkasnya. (Adv)












