NUSANTARA — Aktivitas di Pasar Segar Sepaku mulai menggeliat. Sejumlah pedagang tampak menata barang dagangan di kios dan los yang baru beberapa hari ditempati.
Bangunan pasar bersih dan tertata rapi menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar tradisional yang selama ini dikenal warga.
Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara sekaligus Staff Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw menjelaskan, pasar yang berdiri di atas lahan 5.880 meter persegi ini terdiri dari dua bangunan utama.
Bangunan pertama memiliki luas 980,72 meter persegi dengan dua lantai, sementara bangunan kedua seluas 970 meter persegi juga terdiri dari dua lantai.
“Bangunan modern Pasar ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak, modern, dan berkelanjutan bagi pedagang dan masyarakat,” ucap Troy dalam keterangan resminya, Kamis 2 April 2026.
Kata dia, pembangunan dan penataan Pasar Segar Sepaku bertujuan melakukan beautifikasi kawasan serta peremajaan pasar.
Sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekaligus menjadikan kawasan lebih indah, tertata.
“Dan nyaman untuk aktivitas ekonomi maupun sosial," tandas Troy.
Pasar ini mulai dioperasikan setelah proses serah terima kunci dan penandatanganan perjanjian pada 15 Maret 2026.
Operasional pasar dimulai sejak 30 Maret 2026 dengan jam layanan pukul 06.00 hingga 20.00 WITA.
Hingga saat ini, sebanyak 135 pedagang telah terdaftar dan menempati lapak yang tersedia, dengan proses pengisian yang masih berlangsung secara bertahap.
Secara keseluruhan, pasar ini memiliki 43 kios kering, 10 kios basah, 36 los kering, dan 35 los basah, serta dilengkapi dengan 11 unit foodcourt.
Penjual baju di Pasar Sepaku, kawasan IKN (dok: Otorita IKN)
Plt. Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, menegaskan pihaknya memastikan pembagian dan penataan los dan kios dilakukan secara fair melalui undian.
“Ini disaksikan banyak pihak termasuk pemerintah daerah setempat sehingga semua pedagang mendapatkan kesempatan yang sama,” ungkapnya.
“Kami berharap para pedagang segera masuk untuk menempati los dan kios yang disiapkan. Karena kami ingin mengantisipasi tingginya kehadiran masyarakat yang datang ke kawasan IKN,” sambungnya.
Sementara itu, Staf Direktorat Pelayanan Sosial Otorita IKN, Steven mengatakan, “Pasar ini dibuka setiap hari, sehingga kebutuhan bisa dipenuhi kapan saja,” ujarnya.
Pasar ini dilengkapi fasilitas yang mendukung kenyamanan dan keamanan, seperti area parkir dengan kapasitas 25 mobil dan 20 sepeda motor, toilet, mushola, layanan kebersihan oleh petugas cleaning service, serta sistem keamanan dengan CCTV yang beroperasi selama 24 jam dan petugas keamanan yang berjaga.
Jenis dagangan yang tersedia juga beragam. Pada kios basah dan los basah, pedagang menjual ikan, daging sapi, daging kambing, ayam potong, dan sayur mayur.
Kios kering diisi berbagai usaha seperti konter telepon seluler dan aksesoris, pakaian, elektronik, barang pecah belah, sepatu dan tas, kerajinan, kosmetik, sembako, bahan kue, alat pancing, bawang goreng, toko buku, emas, perabot rumah tangga, perlengkapan bayi, merchandise IKN, air isi ulang, jamu, hingga perlengkapan dan alat pertanian.
Sementara itu, los kering menyediakan aksesoris telepon seluler, mainan anak, pakaian, sembako, buah, serta aneka makanan dan minuman termasuk jajanan tradisional.
Area foodcourt menghadirkan pilihan seperti kedai kopi, warmindo, serta berbagai makanan dan minuman.
Suasana pasar yang bersih dan rapi dirasakan langsung oleh para pedagang. Ilmi Nafia, yang membuka usaha oleh-oleh khas IKN, mengaku terkesan dengan kondisi pasar yang dinilainya lebih modern.
“Kalau kebersihan, bersih banget di sini. Sudah lebih rapi dan lebih modern dari sebelumnya,” kata Ilmi.
Ia melihat peluang pasar ini tidak hanya melayani kebutuhan warga, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke IKN.
“Pengunjung IKN bisa mampir ke sini sambil cari oleh-oleh,” ujarnya.
Harapan agar pasar segera ramai juga disampaikan Burhan, pedagang konter telepon seluler yang baru tiga hari membuka usaha di lokasi tersebut. Ia menilai kondisi pasar sudah tertata dengan baik.
“Suasana pasar sangat bersih, rapi, sudah tertata,” kata Burhan.
Sementara itu, Arif, yang membuka jasa servis telepon seluler, menilai kondisi pasar sudah cukup baik, terutama dari sisi kebersihan. Namun, ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan pasar tersebut.
“Kebersihan bagus, yang bersihkan tiap hari ada. Tidak ada kendala. Semoga semakin banyak pengunjung ke Pasar Segar Sepaku,” kata Arif.
Pasar Segar Sepaku sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang sosial. Tidak hanya menjadi tempat transaksi, pasar ini diharapkan menjadi titik temu warga dan pengunjung di kawasan IKN. (Han)














