Dibaca
119
kali
Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing bersama Tim Penegakan Hukum melakukan sidak di sejumlah SPBU di Kota Bontang, Rabu 2 April 2025 (dok: agu/katakaltim)

Polres Bontang Respons Keluhan Warga Terkait Dugaan BBM Oplosan, Sidak Sejumlah SPBU

Penulis : Agu
2 April 2025
Font +
Font -

BONTANG — Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Polres Bontang melakukan Sidak di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bontang, Rabu 2 April 2025.

Kapolres Bontang AKBP Alex FL Tobing yang memimpin langsung sidak mengatakan bahwa langkah ini sebagai respons terhadap keluhan warga terkait dugaan adanya praktik pengoplosan BBM.

Baca Juga: Terduga pengedar sabu-sabu dan barang buktinya diamankan Polres Bontang (aset: katakaltim.com)Polres Bontang Bekuk Pria di Tanjung Laut Karena Edarkan Sabu-sabu Puluhan Bungkus

“Ini kita lakukan sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi maupun non subsidi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap Kapolres di lokasi.

Baca Juga: Penemuan mayat di Bontang pada Minggu 16 Maret 2025, sore (dok: Polres Bontang)Bikin Geger! Warga Bontang Temukan Mayat Nyaris Tinggal Tulang

Cek Langsung Kualitas BBM

Dalam Sidak tersebut, Kapolres beserta tim melakukan pengecekan langsung terhadap kualitas BBM yang dijual.

Sampel BBM dari tangki penyimpanan SPBU diperiksa untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan Pertamina.

Sampel BBM diambil dari 4 SPBU yang beroperasi masing masing SPBU Akawy, Tanjung Laut, KM 3 Loktuan dan SPBU Kopkar KM 6.

Uji sampel menggunakan peralatan standart untuk menguji sampel BBM jenis Pertamax maupun Pertalite berupa gelas ukur 1000 ml dan pasta khusus untuk mendeteksi kemurnian BBM.

Ditegaskan AKBP Alex, apabila ditemukan indikasi campuran dengan bahan / zat lainnya, maka indikator akan menunjukkan perubahan warna.

Hasil Uji Sampel

Hasil uji sampel dari ke 4 SPBU menunjukkan BBM jenis Pertamax maupun Pertalite yang distribusikan kepada konsumen masih murni dan indikator uji tidak menunjukkan perubahan warna.

“Ini konkret dan kita telah melakukan upaya upaya deteksi dan dilakukan secara terbuka,” terangnya.

Kapolres Bontang mengatakan operasi ini dilakukan secara mendadak untuk memastikan hasil pemeriksaan yang riil sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan update terhadap dugaan BBM oplosan.

“BBM subsidi maupun non subsidi jenis Pertalite dan Pertamax yang didistribusikan kepada konsumen di Kota Bontang tidak terindikasi adanya campuran bahan / zat lain,” tandasnya.

Kapolres menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan serupa juga telah dilakukan oleh Polres Bontang sebelum puncak mudik lebaran, yaitu pada 29 Maret 2025 dengan hasil yang sama.

Imbauan Polisi

Ia mengimbau kepada masyarakat dipersilahkan menyampaikan informasi maupun pengaduan melalui kanal yang tersedia di Hotline Kapolres Bontang maupun Call Center 110.

“Kami akan melakukan langkah langkah pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum, apabila ditemukan cukup bukti adanya tindakan oplosan BBM, penimbunan, dan kecurangan serta praktik ilegal lainnya yang menimbulkan kerugian kepada konsumen,” tegasnya.

“Kami akan melakukan kegiatan ini secara berkelanjutan di seluruh lini distribusi BBM baik SPBU, Pertashop hingga tingkat pengecer,” pungkasnya. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >