PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menyiapkan percepatan masa tanam padi untuk meningkatkan produksi beras daerah.
Melalui Dinas Pertanian, pemerintah menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi 300 atau tiga kali masa tanam dalam setahun.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Rozihan Azward, mengatakan petani di wilayahnya secara umum telah menjalankan dua kali masa tanam dalam setahun.
Capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mendorong penanaman periode ketiga agar potensi lahan persawahan dapat dimanfaatkan lebih optimal.
Menurut Rozihan, percepatan masa tanam menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produksi beras lokal.
Dengan peningkatan frekuensi tanam, hasil pertanian diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat PPU dan wilayah sekitarnya.
“Upaya strategis ini diambil sebagai langkah nyata kami untuk mendukung program ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan, sekaligus mendongkrak total produksi beras lokal agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat PPU dan sekitarnya,” ujar Rozihan, Minggu (11/10/2026).
Penanaman padi periode ketiga direncanakan mulai berlangsung pada Oktober 2026. Jadwal tersebut disusun dengan mempertimbangkan perkiraan awal musim hujan, terutama untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan persawahan.
Rozihan optimistis target awal masa tanam dapat direalisasikan sesuai rencana kerja yang telah dilaporkan kepada pemerintah provinsi.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Dinas Pertanian PPU telah memetakan potensi lahan yang siap digarap oleh kelompok tani.
Pada tahap awal, pemerintah daerah menargetkan penanaman padi di lahan seluas 3.654 hektare selama Oktober. Lahan tersebut tersebar di sejumlah kawasan pertanian di Kabupaten PPU.
Upaya peningkatan luas tanam akan dilanjutkan pada November hingga Desember 2026. Dalam periode tersebut, Dinas Pertanian menargetkan tambahan potensi luas tanam sekitar 5.000 hektare.
Perluasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus mendukung pencapaian target IP 300.
Namun, realisasi target tetap membutuhkan kesiapan lahan, ketersediaan air, serta koordinasi dengan kelompok tani agar jadwal tanam dapat berjalan sesuai rencana.
Rozihan berharap percepatan masa tanam tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi padi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
Hasil panen yang lebih optimal diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani.
“Melalui percepatan masa tanam yang terstruktur ini, hasil panen padi yang melimpah diharapkan mampu mendongkrak perekonomian para petani lokal serta menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga mereka,” pungkasnya. (Adv)














