Payload Logo
PPU

Potensi ikan curah di PPU jadi cikal bakal olahan tepung ikan. (Dok: KataKaltim)

PPU Dorong Investor Olah Ikan Rucah Menjadi Tepung dan Pakan Ikan

Penulis: Gung | Editor: Hilman
12 Oktober 2026

PENAJAM — Potensi ikan rucah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai dapat menjadi peluang pengembangan industri pengolahan hasil perikanan.

Dengan perkiraan potensi mencapai 120.000 ton per tahun, komoditas tersebut berpeluang diolah menjadi tepung ikan sebagai bahan baku pembuatan pakan untuk mendukung usaha perikanan budidaya.

Selama ini, sebagian ikan rucah dimanfaatkan dengan cara dikeringkan menjadi ikan asin atau dijual kepada pengepul dari luar daerah untuk diolah lebih lanjut.

Pemerintah daerah melihat peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut melalui pembangunan fasilitas pengolahan di PPU.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan pengolahan ikan rucah dapat menjadi langkah awal untuk membangun rantai industri perikanan yang terintegrasi, mulai dari pemanfaatan hasil tangkapan hingga penyediaan bahan baku pakan.

Menurutnya, tepung ikan dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan pakan.

Bahan tersebut bisa dicampur dengan komponen lain, seperti tepung jagung dan dedak, untuk mendukung proses produksi pakan ikan.

“Pakan ikan dapat diproduksi secara efisien dengan mencampurkan tepung ikan hasil olahan lokal bersama bahan pendukung seperti tepung jagung dan dedak,” katanya, Senin (12/10/2026).

Untuk merealisasikan peluang tersebut, Dinas Perikanan PPU mendorong keterlibatan investor swasta maupun koperasi.

Pemerintah daerah tidak ingin pengembangan industri hanya bergantung pada pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau murni APBD, saya harapkan itu murni dari pihak ketiga deh,” tegas Andi.

Ia menyatakan pihaknya terbuka terhadap investasi pembangunan fasilitas pengolahan ikan rucah, sepanjang pelaksanaannya mengikuti ketentuan yang berlaku dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Dari sisi teknis, pengolahan ikan rucah menjadi tepung ikan dilakukan melalui sejumlah tahapan.

Prosesnya meliputi pengukusan, pemerasan untuk mengurangi kadar air, pengeringan menggunakan sistem konveyor dan oven, kemudian penggilingan hingga menjadi tepung.

Keberadaan fasilitas pengolahan di PPU diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka peluang penyediaan bahan baku pakan dari daerah sendiri.

“Kalau dikembangkan secara berkelanjutan, besar potensinya industri tersebut bisa membantu pembudidaya mengakses bahan baku lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah kan,” tuturnya.

Selain mendukung sektor perikanan, pengembangan industri ini berpeluang membuka ruang usaha baru bagi masyarakat, termasuk generasi muda.

Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai produksi diharapkan dapat memperluas kegiatan ekonomi yang bersumber dari potensi perikanan daerah.

Meski demikian, realisasi industri pengolahan tetap membutuhkan kesiapan investasi, perhitungan kelayakan usaha, serta pengelolaan limbah yang sesuai ketentuan.

Dengan dukungan pihak ketiga dan perencanaan yang matang, potensi ikan rucah PPU diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi nelayan dan sektor perikanan budidaya. (Adv)

Dilihat 692 kali