KUBAR - Puskemas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengeluhkan instalasi air yang bermasalah sehingga tidak mengalir di sejumlah ruang pelayanan dokter dan perawat.
Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun 2021, sejak rampung dibangun gedung Puskesmas. Padahal, pembangunan fasilitas kesehatan itu menelan APBD Kutai Barat TA 2021 sekitar Rp6 miliar.
Pihak puskesmas juga telah melaporkan persoalan itu ke Dinkes Kubar, namun hingga kini belum ada perbaikan.
Usai melakukan tindakan medis, dokter dan perawat terpaksa mencuci tangan ke ruang dapur.
"Ada yang mengalir sedikit dan ada beberapa wastafel yang tidak mengalir sama sekali," ujar Kepala Puskesmas Linggang Bigung, Felisitas Syahrizat pada RDP di Gedung DPRD, Rabu 13 Mei 2026.
Tak hanya itu, proyek yang menelan anggaran miliar rupiah itu juga mengalami kerusakan pada bagian atap. Saat musim hujan, air mengalir di dinding ruang tata usaha.
"Masalah ini (atap bocor) juga sudah kami laporkan ke Dinkes. Baik itu ke Kadis maupun sekretaris dinkes. Permasalahan ini cukup mengganggu pelayanan kesehatan," terangnya.
Selain itu, Felisitas juga mengungkapkan bahwa Puskesmas Linggang Bigung saat ini tidak memiliki sopir ambulans.
Akibatnya, perawat merangkap sebagai sopir ambulans mengantar pasien umum maupun pasien rujukan persalinan.
"Selain sopir ambulans, tenaga cleaning service juga tidak ada. Jadi untuk membersihkan ruangan di dalam gedung maupun luar gedung, saat ini kami yang lakukan," paparnya. (Jantro)














