KUBAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menegaskan masyarakat yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di luar jam pelayanan Puskesmas tidak memerlukan surat rujukan.
Hal itu diutarakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kubar, I Nyoman Sumahardika pada rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kubar, Kamis 13 Mei 2026.
Menurutnya, sesuai aturan BPJS Kesehatan, pelayanan kesehatan tahap awal seharusnya ditangani di puskesmas.
Meski begitu, rumah sakit tetap menerima pasien yang datang ke UGD selama membutuhkan penanganan medis.
"Untuk datang ke IGD, apabila di luar jam kerja atau puskesmas sudah tutup, tidak diperlukan rujukan dan tetap dilayani," ujarnya.
Nyoman menjelaskan, rujukan diperlukan bagi pasien yang ingin berobat ke poli atau dokter spesialis.
Sebab, sesuai ketentuan BPJS Kesehatan, ada 144 jenis diagnosis yang harus ditangani lebih dulu di puskesmas.
Sedangkan untuk rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah seperti Samarinda maupun Balikpapan, tidak bisa dilakukan secara langsung. Karena, proses tersebut harus melalui konfirmasi dan persetujuan rumah sakit tujuan.
"Kalau pasien mau dirujuk ke rumah sakit lain, kami harus memastikan dulu rumah sakit tujuan siap menerima, termasuk ketersediaan ICU maupun fasilitas lainnya," ungkapnya.
Disebutkannya, rujukan dilakukan melalui sistem Sisrute dengan memasukkan data kondisi pasien, kebutuhan penanganan hingga kesiapan rumah sakit tujuan menerima pasien.
Karena itu, lanjut Nyoman, keterlambatan rujukan yang sering dikeluhkan masyarakat bukan karena pasien sengaja ditahan melainkan menunggu konfirmasi dari rumah sakit penerima.
"Kami juga ingin pasien cepat ditangani, tetapi memang harus ada persetujuan dari rumah sakit tujuan," jelasnya.
Selain itu, Nyoman menilai sosialisasi aturan BPJS kepada masyarakat masih sangat perlu ditingkatkan. Menurutnya, hal itu penting agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan.
"Kalau kami bisa usul, BPJS Kesehatan perlu memanfaatkan kegiatan Musrenbang untuk sosialisasi aturan baru kepada masyarakat. Bila perlu sosialisasi juga dilakukan langsung ke lapangan," paparnya. (Jantro)














