Payload Logo
Tumpahan CPO

Tumpahan minyak CPO cemari sungai Mahakam (Dok: Jantro/ KataKaltim)

Sungai Mahakam Tercemar CPO, PDAM Kubar Klaim Air Produksi Tak Terdampak

Penulis: Jantro | Editor: Agung
6 Agustus 2026

KUBAR — Kepala PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati, menyatakan air yang didistribusikan kepada pelanggan dalam kondisi aman.

Meskipun air Sungai Mahakam dicemari tumpahan Crude Palm Oil (CPO) atau (minyak kepala sawit mentah) baru-baru ini.

Tumpahan CPO sempat viral di media sosial hingga mengundang perhatian warga. Bahkan, minyak kelapa sawit itu menyebar hingga ke pengolahan air PDAM di Royoq.

“Iya, ada minggu lalu tumpahan CPO. PDAM sudah melakukan investigasi dan uji kualitas, sampai saat ini normal saja,” ucap Untung dikonfirmasi Katakaltim, Rabu 05 Agustus 2026.

Menurut Untung, tumpahan CPO tidak berbahaya bagi air yang didistribusikan untuk pelanggan PDAM. Karena tumpahan CPO berada di atas permukaan air.

“Aman aja, sudah kami cek air produksi aman. Limbah di permukaan saja, sedangkan pipa sedot kita berada 8 meter di bawah permukaan air,” terangnya.

Tumpahan CPO Diduga dari PT CAK

Sementara, Pelaksana Laboratorium Teknik PDAM Tirta Sendawar, Ando mengakui adanya tumpahan CPO di Intake Water Treatment Plant (WTP) 1.

Tumpahan CPO diduga berasal dari PT CAK di Kampung Royoq yang berdekatan dengan lokasi pengolahan air PDAM Tirta Sendawar.

Katanya, saat melakukan inspeksi bersama DLH Kubar, tim menemukan tetasan minyak CPO dari pipa milik PT CAK.

Temuan itu diduga berkaitan dengan tumpahan minyak CPO yang mencemari Sungai Mahakam.

Selain itu, sisa minyak CPO ditemukan di tongkang milik PT CAK. Sehingga saat hujan, minyak CPO diduga mengalir ke Sungai Mahakam.

Pihak PT CAK bersikap kooperatif dengan turut membantu membersihkan sisa tumpahan minyak CPO. Pembersihan dilakukan setelah tim bersama DLH Kubar inspeksi di lokasi.

“Berdasarkan dokumentasi kami di lapangan, kalau dugaannya ke PT CAK karena ditemukan ada tumpahan minyak. Sampelnya masih diuji di laboratorium, kita tidak bisa memastikan sumbernya dari perusahaan mana,” paparnya.

Dijelaskan Ando, meskipun tumpahan minyak CPO mengalir ke area Intake WTP 1 PDAM Tirta Sendawar, pihaknya belum melaporkan kejadian tersebut ke aparat penegak hukum (APH).

“Kalau melaporkan ke APH, belum. Kami mengambil data dulu. Karena sepanjang hulu Mahakam banyak perusahaan. Jadi belum bisa dipastikan darimana berasal,” terangnya. (Jantro)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025