PENAJAM — Kekurangan dokter umum dan dokter gigi masih menjadi persoalan pelayanan kesehatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Dari 11 puskesmas yang tersebar di empat kecamatan, masih ada fasilitas yang hanya memiliki satu dokter, sedangkan kebutuhan ideal diperkirakan mencapai tiga hingga empat dokter per puskesmas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan pemerintah daerah tengah memetakan ulang kebutuhan tenaga kesehatan menyusul terbitnya surat edaran terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Yang paling banyak masih kekurangan dokter umum dan dokter gigi. Ada puskesmas yang hanya memiliki satu dokter. Padahal, dengan aturan terbaru mengenai pelayanan berbasis kompetensi, jumlah tersebut masih sangat kurang. Idealnya tiga sampai empat dokter,” ujarnya.
Selain dokter, Dinkes PPU juga menghitung kebutuhan perawat dan tenaga kesehatan lainnya.
Namun, jumlah pasti kekurangan tenaga kesehatan belum dapat disampaikan karena proses analisis dan pemetaan masih berlangsung.
Penghitungan dilakukan oleh Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes PPU dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap fasilitas pelayanan kesehatan.
Pemetaan tersebut tidak hanya mencakup puskesmas, tetapi juga dua rumah sakit, yakni RSUD Ratu Aji Putri Botung dan RS Sepaku.
Lukas menyebut RSUD Sepaku masih berada dalam lingkup tanggung jawab Pemkab PPU, sehingga kebutuhan tenaga kesehatannya turut diperhitungkan.
Hasil pemetaan akan menjadi dasar pemerintah daerah untuk mengusulkan penambahan tenaga kesehatan melalui rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Pengusulan melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) juga akan dipertimbangkan jika pemerintah pusat kembali membuka rekrutmen.
“Prioritas pertama melalui CPNS. Jika nanti ada pembukaan rekrutmen PPPK, tentu akan kita usulkan sesuai formasi dan ketentuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (Adv)














