NUSANTARA — Suasana sore di pelataran Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) terasa lebih semarak selama bulan Ramadan.
Aroma rempah dari kuali-kuali besar yang mengepul menyambut warga yang datang untuk menanti waktu berbuka puasa.
Hidangan yang dimasak di area dapur masjid itu dikenal dengan nama Bubur Nusantara, takjil khas yang disiapkan setiap hari bagi masyarakat yang berbuka puasa di kawasan ibu kota baru tersebut.
Setiap harinya, sekitar 700 porsi bubur disediakan secara gratis bagi masyarakat yang datang ke masjid.
Bubur berwarna cokelat muda itu dimasak selama kurang lebih satu setengah jam sebelum dibagikan menjelang waktu Magrib.
Salah satu juru masak di pelataran Masjid Negara, M Tasrik mengatakan, kelezatan bubur tersebut berasal dari racikan rempah khas yang digunakan sebagai bumbu dasar.
“Bumbu utamanya adalah bumbu kari yang membuat aromanya lebih kuat dan menggugah selera,” kata Tasrik saat ditemui di dapur pelataran masjid.
Menurutnya, resep bubur tersebut merupakan warisan kuliner dari kawasan Samarinda Seberang, yang sejak lama dikenal sebagai hidangan khas Ramadan.
Selain menjadi menu berbuka, sajian ini juga dihadirkan sebagai upaya memperkenalkan kuliner lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk bekerja dan beraktivitas di kawasan ibu kota baru.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan penyajian Bubur Nusantara merupakan bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal Kaltim di tengah pembangunan IKN.
“Kami mencoba mengangkat kearifan lokal di sekitar IKN dan Kalimantan Timur agar semakin dikenal luas. Masyarakat umum silakan datang ke Masjid Negara. Kami ingin tempat ini menjadi simbol harmonisasi dan keberagaman,” ucap Alimuddin.
Menjelang waktu berbuka, pelataran masjid dipenuhi masyarakat dari berbagai latar belakang. Pegawai, pekerja konstruksi, hingga keluarga datang untuk menikmati hidangan berbuka bersama.
Kebersamaan itu tidak hanya dihadiri oleh umat Muslim, tetapi juga sejumlah warga non-Muslim yang ikut meramaikan suasana sore di kawasan masjid.
Bagi pekerja yang beraktivitas di sekitar IKN, takjil gratis tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan setiap hari.
Pekerja housekeeping di Rusun ASN IKN, Rahman mengaku kerap datang bersama rekan-rekannya karena lokasi masjid mudah dijangkau dari tempat kerja.
“Seru sekali berbuka di sini. Ramai masyarakat datang mencicipi takjil dengan menu beragam. Bubur Nusantara rasanya gurih dan enak,” kata Rahman.
Di tengah aktivitas pembangunan IKN yang terus berlangsung, semangkuk bubur hangat di pelataran masjid menjadi ruang pertemuan sosial bagi masyarakat.
Tradisi berbagi takjil itu menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner lokal Kaltim kepada para pendatang. (Han)














