BALIKPAPAN — Jelang l aksi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMKT) pada 21 April 2026 di Kota Samarinda, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, angkat bicara.
Ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi masyarakat dilakukan secara tertib, aman, dan tidak mengganggu stabilitas daerah.
Aksi yang direncanakan berlangsung di Samarinda dan berpotensi meluas ke Balikpapan itu disebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
Pemerintah, kata Rahmad, menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
“Silakan menyuarakan aspirasi. Itu hak warga negara. Tapi harus tetap aman, tertib, dan lancar,” ucapnya kepada awak media, Jumat 17 April 2026.
Namun, di tengah situasi global yang dinilainya belum stabil, Rahmad mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah.
Ia menilai gejolak tidak perlu diperkeruh dengan konflik di tingkat lokal.
“Kondisi dunia ini sudah cukup ribut. Jangan sampai kita ikut-ikutan ribut. Tugas kita menjaga daerah tetap aman,” tandasnya.
Tak hanya itu, Rahmad juga menyoroti pentingnya kualitas aspirasi yang disampaikan.
Ia berharap setiap tuntutan yang disuarakan tidak sekadar kritik, tetapi juga disertai solusi yang membangun.
“Aspirasi itu bagus, tapi akan lebih baik kalau disertai solusi. Itu yang dibutuhkan pemerintah,” tambahnya.
Pemerintah Kota Balikpapan sendiri memastikan akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap terkendali.
Seluruh elemen masyarakat juga diajak untuk berperan aktif menjaga ketertiban umum.
Sebagai kota penyangga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas Kaltim. Untuk itu masyarakat harus menjaga kondusifitas.
“Kami mengimbau, siapa pun yang ikut aksi, sampaikan dengan cara yang baik. Jaga ketertiban, jaga keamanan,” tutup Rahmad.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah organisasi berencana ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa di Kota Samarinda.
Dikabarkan ada ribuan masyarakat Kaltim yang akan bergabung dalam aksi tersebut. Imbas kebijakan Gubernur Kaltim yang dinilai menyakiti hari rakyat. (Han)














