Payload Logo
akses listrik pelosok Kaltara

PLN Kejar Pemerataan Listrik, 63 Titik di Kaltara Masuk Sasaran Pembangunan. (dok : PLN)

Menembus Pelosok dan Perbatasan, PLN Perluas Jaringan Listrik di Kaltara

Penulis: Han | Editor:
5 September 2026

BALIKPAPAN – Perjuangan menghadirkan listrik hingga ke wilayah pelosok dan perbatasan terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra).

Di Kalimantan Utara, sedikitnya 63 titik lokasi dusun dan desa masuk dalam sasaran pembangunan dan pengembangan infrastruktur kelistrikan. Lokasi tersebut merupakan bagian dari total 168 desa yang menjadi sasaran pembangunan kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Sebaran lokasi itu mencakup lima kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, serta Kota Tarakan. Sejumlah titik bahkan berada di kawasan pelosok, terdepan, terluar, hingga wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Bagi PLN, membangun jaringan listrik di wilayah tersebut bukan pekerjaan sederhana. Kondisi geografis, jarak antarpemukiman, akses menuju lokasi, hingga karakteristik wilayah menjadi tantangan yang harus diperhitungkan dalam setiap proses pembangunan.

Manager PLN UP2K Kalimantan Utara, Donny, mengatakan pembangunan infrastruktur kelistrikan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi teknis dan situasi di lapangan.

“Sebanyak 63 titik yang tersebar di Kalimantan Utara menjadi bagian dari upaya besar PLN dalam memperluas akses listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Karakteristik setiap wilayah tentu berbeda, terutama untuk daerah pelosok dan perbatasan. Karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan teknis serta kondisi di lapangan,” ujar Donny.

Di Kabupaten Bulungan, pembangunan dan perluasan jaringan menjangkau sejumlah wilayah seperti Long Tungu, Long Sam, Salimbatu, Tanjung Buka, Mangkupadi, Sajau, dan Wonomulyo. Sementara di Kabupaten Malinau, pembangunan kelistrikan menyasar wilayah Sesua, Tanjung Lapang, Setulang, Setarap, Metut, Nahakramo, hingga Long Bisai.

Perluasan akses listrik juga terus dilakukan di Kabupaten Nunukan. Sejumlah wilayah di Krayan, Lumbis, Sebatik, Sei Menggaris, hingga Tulin Onsoi menjadi bagian dari sasaran pembangunan dan pengembangan kelistrikan.

Adapun pembangunan juga dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan perluasan jaringan listrik tersebut merupakan bagian dari upaya PLN memastikan manfaat energi dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.

“Perjuangan menghadirkan listrik hingga ke pelosok terus kami lanjutkan. Dari 168 desa yang menjadi bagian dari sasaran pembangunan kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sebanyak 63 titik berada di Kalimantan Utara,” kata Chaliq.

Menurutnya, setiap titik pembangunan memiliki arti penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Kehadiran listrik tidak hanya mendukung kebutuhan penerangan, tetapi juga aktivitas pendidikan, pelayanan publik, hingga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

“Di balik setiap titik tersebut, terdapat masyarakat yang menantikan hadirnya akses energi untuk mendukung aktivitas sehari-hari, pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi ekonomi di wilayahnya,” ujarnya.

Chaliq menegaskan, pembangunan listrik di daerah terpencil dan perbatasan tidak sekadar berkaitan dengan pembangunan jaringan maupun infrastruktur ketenagalistrikan.

Lebih dari itu, listrik diharapkan menjadi fondasi yang mampu mendorong masyarakat dan wilayah untuk berkembang.

“Listrik menjadi salah satu fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan suatu wilayah. Karena itu, setiap pembangunan yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada bagaimana energi dapat menjadi penggerak aktivitas dan membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang,” tambah Chaliq.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Dukungan berbagai pihak diperlukan agar pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang dapat berjalan optimal.

Melalui pembangunan dan pengembangan jaringan di 63 titik tersebut, PLN UID Kaltimra terus mendorong peningkatan Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Kalimantan Utara.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN untuk memperluas akses energi hingga masyarakat yang berada di pelosok, wilayah terdepan dan terluar, termasuk kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Bagi masyarakat di wilayah tersebut, hadirnya listrik bukan hanya tentang lampu yang menyala. Lebih jauh, listrik menjadi pintu untuk membuka aktivitas baru, memperluas kesempatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.(Adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025