SAMARINDA — Rapat Paripurna DPRD Kaltim dalam rangka memperingati HUT ke-69 Provinsi Kaltim berlangsung dengan nuansa budaya yang kental, Jumat 9 Januari 2026.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, turut hadir dengan mengenakan pakaian adat Kutai yang dikenal sebagai Baju Cinan.
Penampilannya cukup menarik perhatian peserta rapat. Sebab busa a tersebut jarang digunakan dalam forum resmi para legislator.
Ayub—sapaannya—mengatakan penggunaan pakaian adat tersebut bukan sekadar simbol seremonial.
Tetapi bentuk penegasan jati diri sebagai wakil rakyat yang berasal dari rakyat.
“Untuk menandakan bahwa menjadi anggota DPRD adalah sebagai wakil rakyat makanya pada momentum ini saya mengenakan baju pakaian adat kutai,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan Baju Cinan punya nilai historis bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
Dan baju tersebut pernah menjadi busana keseharian masyarakat Kutai di masa lalu.
“Baju ini sering di pakai masyarakat biasa di kutai kartanegara pada zaman dulu,” tuturnya.
Ayub berharap kehadirannya dengan balutan busana adat dapat mengingatkan seluruh pihak pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
“Apalagi di tengah era modernisasi yang terus berkembang ini,” singkatnya. (Ali)










