Payload Logo
Wakil Walikota Balikpapan

Walikota Balikpapan bersama Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM, saat menghadiri forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027.( dok : han/kk)


Pembebasan Lahan Jadi Kunci Penanganan Banjir di MT Haryono, Pemkot Balikpapan Siapkan Skema Terpadu

Penulis: Han | Editor:
3 April 2026

Balikpapan — Upaya penanganan banjir di kawasan padat Balikpapan kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kota (Pemkot) setempat menegaskan bahwa pembebasan lahan di wilayah hilir, khususnya sekitar Jalan MT Haryono, menjadi langkah krusial yang tidak bisa ditunda untuk mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi saat hujan deras.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM, menyampaikan bahwa pembangunan sistem drainase skala besar tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan lahan yang memadai. Hal ini diungkapkannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027,Kamis (2/4/2026).

Menurut Bagus, kawasan Gang Mushola menjadi salah satu titik penting yang harus segera dibebaskan lahannya agar pembangunan saluran primer dapat tersambung secara utuh hingga ke rumah pompa.

“Selama ini kita terkendala di konektivitas saluran. Kalau lahannya belum tersedia, pembangunan tidak bisa menyeluruh. Maka pembebasan lahan menjadi prioritas agar sistem ini benar-benar berfungsi,” ujar Bagus.

Ia menjelaskan, saluran primer tersebut dirancang untuk mengalirkan air dari kawasan hulu menuju rumah pompa secara lebih cepat dan terkontrol. Tanpa sistem yang terintegrasi, air hujan akan tetap tertahan dan berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah titik.

Lebih lanjut, Bagus menegaskan bahwa Pemkot tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga membuka peluang pendanaan dari pemerintah provinsi hingga pusat.

“Kami sadar ini proyek besar dan berdampak luas, sehingga perlu dukungan lintas level pemerintahan. Kami akan upayakan bantuan keuangan dari provinsi maupun APBN,” katanya.

Rencana pembebasan lahan sendiri sebenarnya telah masuk dalam master plan pengendalian banjir Kota Balikpapan. Namun, proses realisasinya membutuhkan waktu karena berkaitan dengan administrasi, anggaran, serta pendekatan kepada masyarakat terdampak.

Di sisi lain, Pemkot juga terus menjalankan program revitalisasi drainase di berbagai kawasan. Sejumlah titik yang sebelumnya rawan genangan kini mulai menunjukkan perbaikan, meskipun masih ada beberapa lokasi yang membutuhkan penanganan lanjutan.

“Perbaikan drainase yang sudah berjalan cukup efektif. Tinggal kita optimalkan di titik-titik yang masih menjadi persoalan, termasuk di MT Haryono ini,” tambah Bagus.

Pemerintah berharap, kombinasi antara pembangunan infrastruktur, pembebasan lahan, serta optimalisasi sistem drainase dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir di Balikpapan, terutama di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi.(han/adv Diskominfo Balikpapan)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025