BALIKPAPAN — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mengungkap ratusan kasus selama pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 yang digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri. Total 272 kasus yang berhasil diungkap dengan ratusan tersangka diamankan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Pol Jamaluddin Farti dalam konferensi pers di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Balikpapan, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan itu turut didampingi Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto.
Jamaluddin menjelaskan, ratusan kasus tersebut merupakan hasil pengungkapan selama pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 serta Operasi Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
“Selama pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026, Polda Kaltim bersama jajaran Polres berhasil mengungkap sebanyak 272 kasus. Rinciannya, 149 kasus dalam Operasi Pekat Mahakam dan 123 kasus dalam Operasi Tipiring,” ujar Jamaluddin.
Dari total pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan ratusan tersangka serta ribuan barang bukti dari berbagai tindak pelanggaran hukum.
“Petugas berhasil mengamankan 303 orang tersangka dan menyita 5.122 barang bukti dari berbagai tindak pelanggaran hukum yang berhasil ditindak selama operasi berlangsung,” kata dia.
Adapun rincian pengungkapan kasus di wilayah hukum Polda Kaltim meliputi Polda Kaltim sebanyak 10 kasus, Polresta Samarinda 79 kasus, Polresta Balikpapan 24 kasus, Polres Bontang 14 kasus, Polres Kutai Kartanegara 43 kasus, Polres Kutai Barat 6 kasus, Polres Kutai Timur 39 kasus, Polres Berau 32 kasus, Polres Paser 12 kasus, Polres Penajam Paser Utara 8 kasus, serta Polres Mahakam Ulu 5 kasus.
Jamaluddin menambahkan, jumlah pengungkapan kasus dalam operasi tahun ini meningkat dibandingkan dengan pelaksanaan operasi serupa pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran kepolisian serta dukungan masyarakat yang turut memberikan informasi kepada aparat penegak hukum.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi seluruh jajaran kepolisian serta peran aktif masyarakat yang turut memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” ujar Yuliyanto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
Menurut Yuliyanto, kepatuhan masyarakat terhadap aturan hukum serta kepedulian terhadap keamanan lingkungan sangat penting agar perayaan Idul Fitri di Kalimantan Timur dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Han)














