Payload Logo
RKM Bontang

Tampak dalam Rumah Kreasi Milenial Bontang. Dipotret pada Kamis 1 Januari 2026, sore (dok: Agu/katakaltim)

Rumah Kreasi Milenial Bontang Belum Berfungsi

Penulis: Agu | Editor:
1 Januari 2026

BONTANGRumah Kreasi Milenial (RKM) Bontang yang merogoh uang rakyat hampir Rp5 miliar sampai kini belum berjalan.

Katanya RKM belum diserahkan-terimakan. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pun tampak kebingungan gedung itu mau diapakan.

Politisi Golkar itu mengaku akan komunikasi dulu untuk memastikan status gedungnya. Karena bukan di zaman kepemimpinan dia proyek tersebut dihadirkan.

Rumah Kreasi Milenial

Neni juga bilang belum cek situasi langsung di rumah kreasi itu. Sebab belum serah terima.

“Belum serah terima juga,” ucap Neni kepada awak media, Rabu 29 Oktober 2025 lalu di Lang-Lang usai memberikan semangat baru kepada para pecinta organisasi pramuka di Kota Bontang.

Kemungkinan gedung itu tidak hanya untuk para milenial. Kata Neni waktu itu. Sebab saat ini Gen Z juga sangat banyak.

“Yaa apa aja lah (perubahan nama—red),nanti kita diskusikan. Insyaallah kita akan benahi semuanya,” tutur Neni singkat sekali.

Rencana RKM

RKM ini sebenarnya rencana dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispopar-ekraf) melalui Bontang Creative Collaboration (BCC).

Katanya, komunitas BCC belum berkomunikasi langsung dengan pemerintah Bontang: bagaimana nasib RKM ke depannya.

Koordinator utama BCC, Fadhil Kaharuddin Jafar, membeberkan RKM merupakan wadah pengembangan pelaku dan komunitas ekonomi kreatif.

Rencananya posisi BCC sebagai pengelola. Bertanggung jawab menghimpun dan membina pelaku serta komunitas di setiap sub sektor ekonomi kreatif.

Di setiap sub sektor juga telah ditunjuk koordinator masing-masing. Ada sekitar 17 sub sektor kata Fadhil.

Antara lain Pengembang Permainan, Kerajinan, Desain Interior, Musik, seni rupa, desain produk, dan fesyen.

Ada juga kuliner, film/vidio animasi, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, arsitektur, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, dan aplikasi.

“BCC itu induknya dari sub sektor. konsepnya menjadi agensi dan distribusi,” ungkap Fadhil KJ saat dihubungi, Sabtu 1 November 2025 lalu.

BCC, sambung dia, menjadi agensi yang membina pelaku ekonomi kreatif sekaligus distributor usulan program kepada Pemkot.

“Semua pengurusnya itu merupakan pekerja di bidang ekonomi kreatif,” jelasnya.

Itu rencana dulu. Awal pembangunannya. Tapi sampai sekarang belum aktif juga.

Bahkan saat dewan turun melihat langsung gedung itu pada Oktober lalu, mereka mendapatinya jadi gudang material. Sebagian sudah rusak.

Itulah salah satu alasan pihak Dispopar-Ekraf Bontang mengaku enggan menerima gedung tersebut. Apalagi listrik dan air belum ada. Waktu itu.

Proses Serah Terima

Sekertaris Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Rita Atin Widiarti waktu itu menyampaikan pihaknya belum tanda tangan serah terima gedung.

Gedung RKM memang sudah diresmikan di masa Wali Kota Basri Rase. Namun hingga kini masih dirawat.

“Belum diserahkan karena ada beberapa yang rusak,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa 28 Oktober 2025 silam.

Rita menerangkan sebelum serah terima, pihaknya mengecek dulu kondisi gedung pada Mei 2025 lalu bersama orang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang.

Kata dia, pihak Dispopar tidak mau menerima kalau masih ada yang rusak. Apalagi kumuh jadi tempat penampungan material pembangunan lapangan mini soccer.

“Kami tidak mau serah terima kalau belum ada perbaikan,” tandasnya.

Di Bulan Oktober itu pula, pihak Dinas PUPR Bontang mengaku sudah komunikasi PLN dan PDAM untuk memasang listrik dan air di sana.

Kepala Dinas PUPR Kota Bontang, Eddy Prabowo mengkonfirmasi pihaknya sudah hubungi PDAM.

Katanya sudah melakukan pengukuran aliran air pada Selasa 28 Oktober 2025. Dan untuk listriknya sementara dikomunikasikan juga.

Bahkan, Bowo lebih jauh menyampaikan pihaknya bakal memperbaiki semua kerusakan lain di RKM

“Target akhir Desember (2025) sudah semua. Termasuk perbaikannya,” tandas Bowo.

Dikonfirmasi Rabu 31 Desember 2025, Bowo mengaku sudah membereskan masalah air dan listrik. Katanya sudah terpasang semua. Oke katanya.

Menurut pengakuan Bowo, gedung RKM sedang diproses agar diterima oleh Dispopar.

“Sudah pasang semua air dan listrik. Proses serah terima ke Dispopar,” tulisnya singkat saat dihubungi.

Katanya Siap Dikelola

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Dispopar-Ekraf, Dasuki mengaku belum tau pasti update perbaikan gedung RKM dari Dinas PUPR Kota Bontang.

“Belum tahu. Harus dirapatkan dulu,” ucapnya saat dihubungi Rabu 31 Desember 2025.

Dasuki menegaskan pihaknya siap mengelola dan mengembangkan aset gedung RKM. Mendorong anak-anak muda kreatif dari berbagai bidang.

Ia mengklaim telah mempersiapkan kelembagaan dan kegiatan RKM ke depan. “Pada intinya Dispoparekraf siap mengelola (RKM),” tandasnya.

Lebih jauh rencananya RKM akan diubah namanya menjadi BCL—Bontang Creative Lab.

“Ya itu Bontang Creative Lab,” singkatnya.

Dewan Marah

Diberitakan sebelumnya, dewan marah-marah melihat kondisi RKM yang dipenuhi material dan peralatan pembangunan Mini Soccer.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, bahkan geleng-gelang kepala. Tidak habis pikir melihat kondisinya.

Baru saja memasuki halaman RKM, rombongan dewan langsung melihat plafon yang sudah rusak, bocor. Bahkan jorok.

Memprihatinkannya, tak ada satu pun kreasi yang lahir dari tempat itu selain kumpulan semen dan peralatan untuk membangun proyek mini soccer yang bertumpuk.

“Pemborosan. Sangat-sangat memprihatinkan,” ucapnya ditemui usai meninjau RKM, di sela-sela sidak proyek lapangan mini soccer Senin 27 Oktober 2025, di Kelurahan Satimpo.

Dia membeberkan, pemerintah sebelumnya dalam membangun RKM ini benar-benar tidak matang. Dapat dikatakan gagal merencanakan.

“Kenapa saya bilang tidak matang? Sudah rusak begini. Tidak terawat. Sayang sekali tidak difungsikan. Yahh kita lihat sendiri lah situasinya,” tukas Ibe, sapaannya.

Lebih jauh politisi NasDem itu meminta pemerintah saat ini tidak main-main dalam membangun dan merencanakan.

Sebab semua yang dipakai adalah uang rakyat. Jangan sampai rakyat yang dirugikan.

“Kami minta pemerintah sekarang segera fungsikan tempat ini sesuai dengan perencanaannya,” tegas Ibe.

Di tempat dan waktu lain, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam angkat bicara juga soal ini.

Andi Faiz—sapaannya—meminta pemerintahan baru segera menetapkan konsep pemanfaatan gedung.

“Harusnya pemerintah sudah punya konsep yang baru,” ucap Andi Faiz ditemui usai Groundbreaking Pabrik Soda Ash, Jumat 31 Oktober 2025 lalu.

Penetapan konsep gedung merupakan upaya Pemkot memastikan aset tersebut bermanfaat bagi masyarakat.

Membiarkan gedung RKM itu tidak terpakai justru, sambung Andi Faiz, tentu saja semakin membuat rusak gedung itu seiring berjalannya waktu.

“Setidaknya ada fungsinya dulu lah!,” tegasnya meminta.

Politisi Golkar itu lebih jauh mengingatkan semua dinas harus bertanggung jawab terhadap pembangunan apapun yang menyangkut penggunaan belanja APBD.

“Ya semuanya harus tanggung jawab,” tukasnya.

Andi Faiz juga mengingatkan, pun memang belum bisa dioptimalkan dimanfaatkan, setidaknya ada pemeliharaan gedung dengan baik.

Dia berharap saat serah terima gedung RKM tidak dalam keadaan rusak yang memerlukan anggaran tambahan untuk perbaikan fasilitas.

“Tidak hanya PUPR ya, di semua dinas kan tentu ada anggaran jaminan pemeliharaan,” imbuhnya. (Agu)