BONTANG — PDI Perjuangan Bontang rapatkan barisan untuk menarget kursi lebih banyak di pemilihan legislatif (pileg) mendatang.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengatakan target tersebut sangat realistis.
“Target Bontang lima,” ucapnya kepada awak media di Kota Bontang usai gelar musyawarah anak cabang di markas PDI Perjuangan Bontang, Selasa 3 Maret 2026.
Ananda mengatakan bahwa partai sangat berterima kasih kepada semua kader di Kota Bontang yang gigih dan mampu menambah kursi di Pileg sebelumnya, tahun 2024.
“Kita sangat berterima kasih. Kita juga mendapatkan unsur pimpinan di DPRD Kota Bontang,” tukasnya.
Dirinya berharap di 2029 semua kader bekerja maksimal. Bergotong royong. Dan tentu saja sebagaimana prinsip PDIP, adalah bersama rakyat.
“Mudah-mudahan di 2029 dengan kerja yang gotong-royong, kebersamaan dan juga kerja yang riang gembira bersama rakyat, menangis dan tertawa bersama rakyat, kita bisa menghasilkan kursi yang lebih banyak lagi. Untuk rakyat!,” tegasnya.
Rapatkan Barisan dan Konsolidasi
Ananda mengaku PDI Perjuangan sampai sekarang adalah partai penyeimbang. Saat ini partai berlambang kepala banteng itu tengah melakukan konsolidasi.
“Hari ini kita konsolidasi berdasarkan arahan dari DPP pasca kongres kemarin di Bali tahun 2025 kita melaksanakan konferda, pemilihan ketua DPD lalu konfercab pemilihan ketua DPC,” tandasnya.
PDIP juga melaksanakan penjaringan-penjaringan musyawarah anak cabang (Musancab). Musancab itu untuk penjaringan ketua-ketua pengurus anak cabang di tingkat kecamatan.
“Jadi fokusnya PDIP salah satunya terkait persiapan internal ini konsolidasi kepengurusan sampai di tingkat anak ranting,” tandasnya.
Tegaskan Kerja Kerakyatan
Di sisi internal PDIP sedang persiapan struktur pengurus. Tapi untuk eksternalnya, kata Ananda, sesuai hasil Rakernas di Januari 2026.
“Nah Ibu ketua umum (Megawati) menyampaikan bahwa kita harus fokus kerja-kerja kerakyatan. Jangan hanya melulu bicara soal pemenangan-pemenangan dan pemenangan,” ucapnya.
Kata dia, Megawati meminta seluruh kader bicara soal kerja kerakyatan. Harus turun langsung mendengarkan apa yang betul-betul dibutuhkan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Misalnya di Bontang. Apa yang dibutuhkan? Dengarkan! Sampaikan ke kami di tingkat DPD, lalu ke DPP,” tukasnya.
Setelah itu, PDI Perjuangan akan membuat sebuah program yang bisa diturunkan ke masyarakat.
“Intinya kita harus betul-betul pro dengan kebijakan-kebijakan publik yang pro rakyat. Yang bagus kita acungi jempol. Yang kurang bagus kita berikan saran dan masukan yang membangun,” jelasnya.
“Nah, kita diminta untuk fokus kerja-kerja kerakyatan, yang pastinya untuk ke mana dengan di 2029 nanti akan membersamai,” imbuhnya. (Agu)














